Pemuda dan Sosialisasi

18.33 / Comments (0) / by Aji Pangestu

Pemuda

Pemuda adalah golongan manusia-manusia muda yang masih memerlukan pembinaan dan pengembangan kearah yang lebih baik, agar dapat melanjutkan dan mengisi pembangunan yang kini telah berlangsung, pemuda di Indonesia dewasa ini sangat beraneka ragam, terutama bila dikaitkan dengan kesempatan pendidikan. Keragaman tersebut pada dasarnya tidak mengakibatkan perbedaan dalam pembinaan dan pengembangan generasi muda.

Proses kehidupan yang dialami oleh para pemuda Indonesia tiap hari baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat membawa pengauh yang besar pula dalam membina sikap untuk dapat hidup di masyarakat. Proses demikian itu bisa disebut dengan istilah sosialisasi, proses sosialisasi itu berlangsung sejak anak ada di dunia dan terus akan berproses hingga mencapai titik kulminasi.

Jadi jelaslah sekarang keragaman pemuda Indonesia dilihat dari kesempatan pendidikannya serta dihubungkan dengan keragaman penduduk dalam suatu wilayah, maka proses sosialisasi yang dialami oleh para pemuda sangat rumit. Sehubungan dengan perkembangan individu pemuda itu sendiri dan dalam rangka melepaskan diri dari ketergantungan pada orang tua, maka pengalaman-pengalaman yang dialaminya itu kadang membingungkan dirinya sendiri.

Pemuda Indonesia
Pemuda dalam pengertian adalah manusia-manusia muda, akan tetapi di Indonesia ini sehubungan dengan adanya program pembinaan generasi muda pengertian pemuda diperinci dan tersurat dengan pasti. Ditinjau dari kelompok umur, maka pemuda Indonesia adalah sebagai berikut :
Masa bayi : 0 – 1 tahun
Masa anak : 1 – 12 tahun
Masa Puber : 12 – 15 tahun
Masa Pemuda : 15 – 21 tahun
Masa dewasa : 21 tahun keatas
Dilihat dari segi budaya atau fungsionalya maka dikenal istilah anak, remaja dan dewasa, dengan perincian sebagai berikut :
Golongan anak : 0 – 12 tahun
Golongan remaja : 13 – 18 tahun
Golongan dewasa : 18 (21) tahun keatas

Usia 0-18 tahun adalah merupakan sumber daya manusia muda, 16 – 21 tahun keatas dipandang telah memiliki kematangan pribadi dan 18(21) tahun adalah usia yang telah diperbolehkan untuk menjadi pegawai baik pemerintah maupun swasta
Dilihat dari segi ideologis politis, generasi muda adalah mereka yang berusia 18 – 30 – 40 tahun, karena merupakan calon pengganti generasi terdahulu. Pengertian pemuda berdasarkan umur dan lembaga serta ruang lingkup tempat pemuda berada terdiri atas 3 katagori yaitu :

1 Siswa, usia antara 6 – 18 tahun, masih duduk di bangku sekolah
2. Mahasiswa usia antara 18 – 25 tahun beradi di perguruan tinggi dan akademi
3. Pemuda di luar lingkungan sekolah maupun perguruan tinggi yaitu mereka yang berusia 15 – 30 tahun keatas.

Akan tetapi, apabila melihat peran pemuda sehubungan dengan pembangunan, peran itu dibedakan menjadi dua yaitu:

1 Didasarkan atas usaha pemuda untuk menyesuaikan diri dengan tuntutan-tuntutan lingkungan. Pemuda dalam hal ini dapat berperan sebagai penerus tradisi dengan jalan menaati tradisi yang berlaku
2. Didasarkan atas usaha menolak menyesuaikan diri dengan lingkungan. Peran pemuda jenis ini dapat dirinci dalam tiga sikap, yaitu : 
a. Jenis pemuda “pembangkit” mereka adalah pengurai atu pembuka kejelasan dari suatu masalah sosial. Mereka secara tidak langsung ktu mengubah masyarakat dan kebudayaan.
b. Pemuda pdelinkeun atau pemuda nakal. Mereka tidak berniat mengadakan perubahan, baik budaya maupun pada masyarakat, tetapi hanya berusaha memperoleh manfaat dari masyarakat dengan melakukan tidnakan menguntungkan bagi dirinya, sekalipun dalam kenyataannya merugikan.
c. Pemuda radikal. Mereka berkeinginan besar untuk mengubah masyarakat dan kebudayaan lewat cara-cara radikal, revolusioner.
Kedudukan pemuda dalam masyarakat adalah sebagai mahluk moral, mahluk sosial. Artinya beretika, bersusila, dijadikan sebagai barometer moral kehidupan bangsa dan pengoreksi. Sebagai mahluk sosial artinya pemuda tidak dapat berdiri sendiri, hidup bersama-sama, dapat menyesuaikan diri dengan norma-norma, kepribadian, dan pandangan hidup yagn dianut masyarakat. Sebagai mahluk individual artinya tidak melakukan kebebasan sebebas-bebasnya, tetapi disertai ras tanggung jawab terhadap diri sendiri, terhadap masyarakat, dan terhadap Tuhan Yang maha Esa.



Sosialisasi adalah sebuah proses penanaman atau transfer kebiasaan atau nilai dan aturan dari satu generasi ke generasi lainnya dalam sebuah kelompok atau masyarakat. Sejumlah sosiolog menyebut sosialisasi sebagai teori mengenai peranan (role theory). Karena dalam proses sosialisasi diajarkan peran-peran yang harus dijalankan oleh individu.
Proses Sosialisasi
Menurut George Herbert Mead
George Herbert Mead berpendapat bahwa sosialisasi yang dilalui seseorang dapat dibedakan menlalui tahap-tahap sebagai berikut.
• Tahap persiapan (Preparatory Stage)
Tahap ini dialami sejak manusia dilahirkan, saat seorang anak mempersiapkan diri untuk mengenal dunia sosialnya, termasuk untuk memperoleh pemahaman tentang diri. Pada tahap ini juga anak-anak mulai melakukan kegiatan meniru meski tidak sempurna.
Contoh: Kata "makan" yang diajarkan ibu kepada anaknya yang masih balita diucapkan "mam". Makna kata tersebut juga belum dipahami tepat oleh anak. Lama-kelamaan anak memahami secara tepat makna kata makan tersebut dengan kenyataan yang dialaminya.
• Tahap meniru (Play Stage)
Tahap ini ditandai dengan semakin sempurnanya seorang anak menirukan peran-peran yang dilakukan oleh orang dewasa. Pada tahap ini mulai terbentuk kesadaran tentang anma diri dan siapa nama orang tuanya, kakaknya, dan sebagainya. Anak mulai menyadari tentang apa yang dilakukan seorang ibu dan apa yang diharapkan seorang ibu dari anak. Dengan kata lain, kemampuan untuk menempatkan diri pada posisi orang lain juga mulai terbentuk pada tahap ini. Kesadaran bahwa dunia sosial manusia berisikan banyak orang telah mulai terbentuk. Sebagian dari orang tersebut merupakan orang-orang yang dianggap penting bagi pembentukan dan bertahannya diri, yakni dari mana anak menyerap norma dan nilai. Bagi seorang anak, orang-orang ini disebut orang-orang yang amat berarti (Significant other)
• Tahap siap bertindak (Game Stage)
Peniruan yang dilakukan sudah mulai berkurang dan digantikan oleh peran yang secara langsung dimainkan sendiri dengan penuh kesadaran. Kemampuannya menempatkan diri pada posisi orang lain pun meningkat sehingga memungkinkan adanya kemampuan bermain secara bersama-sama. Dia mulai menyadari adanya tuntutan untuk membela keluarga dan bekerja sama dengan teman-temannya. Pada tahap ini lawan berinteraksi semakin banyak dan hubunganya semakin kompleks. Individu mulai berhubungan dengan teman-teman sebaya di luar rumah. Peraturan-peraturan yang berlaku di luar keluarganya secara bertahap juga mulai dipahami. Bersamaan dengan itu, anak mulai menyadari bahwa ada norma tertentu yang berlaku di luar keluarganya.
• Tahap penerimaan norma kolektif (Generalized Stage/Generalized other)
Pada tahap ini seseorang telah dianggap dewasa. Dia sudah dapat menempatkan dirinya pada posisi masyarakat secara luas. Dengan kata lain, ia dapat bertenggang rasa tidak hanya dengan orang-orang yang berinteraksi dengannya tapi juga dengan masyarakat luas. Manusia dewasa menyadari pentingnya peraturan, kemampuan bekerja sama--bahkan dengan orang lain yang tidak dikenalnya-- secara mantap. Manusia dengan perkembangan diri pada tahap ini telah menjadi warga masyarakat dalam arti sepenuhnya.
Menurut Charles H. Cooley
Cooley lebih menekankan peranan interaksi dalam teorinya. Menurut dia, Konsep Diri (self concept) seseorang berkembang melalui interaksinya dengan orang lain. Sesuatu yang kemudian disebut looking-glass self terbentuk melalui tiga tahapan sebagai berikut.
1. Kita membayangkan bagaimana kita di mata orang lain.
Seorang anak merasa dirinya sebagai anak yang paling hebat dan yang paling pintar karena sang anak memiliki prestasi di kelas dan selalu menang di berbagai lomba.
2. Kita membayangkan bagaimana orang lain menilai kita.
Dengan pandangan bahwa si anak adalah anak yang hebat, sang anak membayangkan pandangan orang lain terhadapnya. Ia merasa orang lain selalu memuji dia, selalu percaya pada tindakannya. Perasaan ini bisa muncul dari perlakuan orang terhadap dirinya. MIsalnya, gurunya selalu mengikutsertakan dirinya dalam berbagai lomba atau orang tuanya selalu memamerkannya kepada orang lain. Ingatlah bahwa pandangan ini belum tentu benar. Sang anak mungkin merasa dirinya hebat padahal bila dibandingkan dengan orang lain, ia tidak ada apa-apanya. Perasaan hebat ini bisa jadi menurun kalau sang anak memperoleh informasi dari orang lain bahwa ada anak yang lebih hebat dari dia.
3. Bagaimana perasaan kita sebagai akibat dari penilaian tersebut.
Dengan adanya penilaian bahwa sang anak adalah anak yang hebat, timbul perasaan bangga dan penuh percaya diri.
Ketiga tahapan di atas berkaitan erat dengan teori labeling, dimana seseorang akan berusaha memainkan peran sosial sesuai dengan apa penilaian orang terhadapnya. Jika seorang anak dicap "nakal", maka ada kemungkinan ia akan memainkan peran sebagai "anak nakal" sesuai dengan penilaian orang terhadapnya, walaupun penilaian itu belum tentu kebenarannya.
PERANAN SOSIAL MAHASISWA DAN PEMUDA DI MASYARAKAT
Pada masa 1990 sampai 2000 an demonstrasi masih marak di berbagai tempat. Pada masa itu mahasiswa dan pemuda menyebutkan dirinya sebagai Gerakan Moral. Sedangkan pada mahasiswa yang lain gerakan mahasiswa menyebutkan dirinya sebagai gerakan Politik.
Mahasiswa menjadi pecah dan terkadang pragmatis. Tidak menjadi rahasia umum lagi mahasiswa dibayar untuk berdemonstrasi. Sebelum terlalu jauh meneropong peranan mahasiswa di luar kampus– walaupun klise– sebaiknya kita mesti ingat bahwa tugas utama mahasiswa dan pemuda adalah belajar di sekolah/kampus.
Peranan sosial mahasiswa dan pemuda di masyarakat, kurang lebih sama dengan peran warga yang lainnnya di masyarakat. Mahasiswa mendapat tempat istimewa karena mereka dianggap kaum intelektual yang sedang menempuh pendidikan. Pada saatnya nanti sewaktu mahasiswa lulus kuliah, ia akan mencari kerja dan menempuh kehidupan yang relatif sama dengan warga yang lain,yaitu:
a. Peranan pemuda yang didasarkan atas usaha pemuda untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan.
b. Peranan pemuda yang menolak unsur menyesuaikan diri dengan lingkungannya
c. Asas edukatif
d. Asas persatuan dan kesatuan bangsa
e. Asas swakarsa
f. Asas keselarasan dan terpadu
g. Asas pendayagunaan dan fungsionaliasi
Selain itu ada beberapa Peranan mahasiswa dalam masyarakat :
a. Agen of change
b. Agen of development
c. Agen of modernization

Pola Dasar Pembinaan dan Pengembangan Generasi Muda
Pola dasar Pembinaan dan Pengembangan Generasi Muda ditetapkan oleh Menteri
Pendidikan dan Kebudayaan dalam keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor : 0323/U/1978 tanggal 28 Oktober 1978. Maksuda dari Pola Pembinaan dan Pengembangan Generasi Muda adalah agar semua pihak yang turut serta dan berkepentingan dalam penanganannya benar-benar menggunakan sebagai pedoman sehingga pelaksanaannya dapat terarah, menyeluruh dan terpadu serta dapat mencapai sasaran dan tujuan yang dimaksud.
Pola Dasar Pembinaan dan Pengembangan Generasi Muda disusun berdasarkan :
1. Landasan idiil : Pancasila
2. Landasan Konstitusional : Undang-Undang Dasar 1945
3. Landasan Strategis : Garis-Garis Besar Haluan Negara
4. Landasan Historis : Sumpah Pemuda Tahun 1928 dan Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945
5. Landasan Normatis : Etika,tata nilai dan tradisi luhur yang hidup dalam masyarakat
Dalam hal ini Pembinaan dan Pengembangan Generasi Muda menyangkut dua pengertian pokok, yaitu :
1. Generasi muda sebagai subyek pembinaan dan pengembangan.
2. Generasi muda sebagai objek pembinaan dan pengembangan.
Masalah-masalah generasi muda
1. Permasalah Generasi Muda
Berbagai permasalahan generasi muda yang muncul pada saat ini antara lain :
a. Dirasa menurunnya jiwa idealisme, patriotisme dan nasionalisme di kalangan masyarakat termasuk generasi muda
b. Kekurangpastian yang dialami generasi muda terhadap masa depannya
c. Belum seimbangnya antara jumlah generasi muda dengan fasilitas pendidikan yang tersedia, baik yang formal maupun non formal
d. Kurangnya lapangan kerja / kesempatan kerja serta tingginya tingkat pengangguran / setengah pengangguran di kalangan generasi muda dan mengakibatkan berkurangnya produktivitas nasional dan memperlambat kecepatan laju perkembangan pembangunan nasional serta dapat menimbulkan berbagai problem sosial lainnya
e. Kurangnya gizi yang dapat menyebabkan hambatan bagi perkembangan kecerdasan dan pertumbuhan badan di kalangan generasi muda
f. Masih banyaknya perkawinan di bawah umur, terutama dikalangan masyarakat daerah pedesaan
g. Pergaulan bebas yang membahayakan sendi-sendi perkawinan dan kehidupan keluarga
h. Meningkatnya kenakalan remaja termasuk penyalahgunaan narkotika
i. Belum adanya peraturan perundangan yang menyangkut generasi muda
2. Potensi-potensi Generasi Muda / Pemuda
Potensi-potensi yang terdapat pada generasi muda perlu dikembangkan adalah :
a. Idealisme dan daya kritis
b. Dinamika dan kreatifitas
c. Keberanian mengambil resiko
d. Optimis dan kegairahan semangat
e. Sikap kemandirian dan disiplin murni
f. Terdidik
g. Keanekaragaman dalam persatuan dan kesatuan
h. Patriotisme dan nasionalisme
i. Sikap kesatria
j. Kemampuan penguasaan ilmu dan teknologi
Tujuan pokok sosialisasi adalah :
1. Individu harus diberi ilmu pengetahuan (keterampilan) yang dibutuhkan bagi kehidupan kelak di masyarakat
2. Individu harus mampu berkomunikasi secara efektif dan mengembangkan kemampuannya
3. Pengendalian fungsi-fungsi organik yang dipelajari melalui latihan-latihan mawas diri yang tepat
4. Bertingkah laku selaras dengan norma atau tata nilai dan kepercayaan pokok yang ada pada lembaga atau kelompok khususnya dan masyarakat umumnya

Pendidikan dan Perguruan Tinggi
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat.
Pendidikan tinggi adalah jenjang pendidikan setelah pendidikan menengah yang mencakup program sarjana, magister, doktor, dan spesialis yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi.

Individu, Keluarga dan Masyarakat

08.53 / Comments (0) / by Aji Pangestu

Pertumbuhan Individu

Individu berasal dari kata latin yaitu individum yang artinya satuan kecil manusia yang tidak dapat dibagi lagi, dalam ilmu sosiologi individu dapat diartikan sebagai sosok makhluk hidup yang hidup sendiri.
Selain itu yang dimaksud pengertian pertumbuhan adalah sekumpulan manusia yang tinggal dan bertempat di suatu daerah tertentu.

Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan, antara lain :
1. Faktor Biologis
2. Faktor Geografis
3. Faktor Kebudayaan khusus

Fungsi Keluarga

Keluarga dengan berbagai fungsi yang dijalankan adalah sebagai wahana dimana seorang individu mengalami proses sosialisasi yang pertama kali, sangat penting artinya dalam mengarahkan terbentuknya individu menjadi seorang yang berpribadi.
         MACAM-MACAM FUNGSI KELUARGA
Fungsi yang dijalankan keluarga adalah :
1)        Fungsi Pendidikan dilihat dari bagaimana keluarga mendidik dan menyekolahkan anak untuk mempersiapkan kedewasaan dan masa depan anak.
2)        Fungsi Sosialisasi anak dilihat dari bagaimana keluarga mempersiapkan anak menjadi anggota masyarakat yang baik.
3)        Fungsi Perlindungan dilihat dari bagaimana keluarga melindungi anak sehingga anggota keluarga merasa terlindung dan merasa aman.
4)        Fungsi Perasaan dilihat dari bagaimana keluarga secara instuitif merasakan perasaan dan suasana anak dan anggota yang lain dalam berkomunikasi dan berinteraksi antar sesama anggota keluarga. Sehingga saling pengertian satu sama lain dalam menumbuhkan keharmonisan dalam keluarga.
5)        Fungsi Agama dilihat dari bagaimana keluarga memperkenalkan dan mengajak anak dan anggota keluarga lain melalui kepala keluarga menanamkan keyakinan yang mengatur kehidupan kini dan kehidupan lain setelah dunia.
6)        Fungsi Ekonomi dilihat dari bagaimana kepala keluarga mencari penghasilan, mengatur penghasilan sedemikian rupa sehingga dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan keluarga.
7)        Fungsi Rekreatif dilihat dari bagaimana menciptakan suasana yang menyenangkan dalam keluarga, seperti acara nonton TV bersama, bercerita tentang pengalaman masing-masing, dan lainnya.
8)        Fungsi Biologis dilihat dari bagaimana keluarga meneruskan keturunan sebagai generasi selanjutnya.

Individu, Keluarga, dan Masyarakat

Definisi dari keluarga adalah suatu kelompok individu yang sangat kecil, lebih kecil dari suatu kelompok individu masyarakat. keluarga biasanya terdiri dari suami, istri, dan anak. Selain itu masyarakat dapat didefinisikan sebagai kelompok individu yang terdiri dari beberapa kelompok keluarga.

Di dalam kehidupan manusia terdapat 2 golongan masyarakat yaitu :
1. Masyrakat non industri
Biasanya yang termasuk kedalam individu seperti istri dan anak-anak yang masih menimba ilmu di bangku pendidikan.
2. masyarakat industri
kelompok masyarakat industri ini sangat banyak di lingkungan masyarakat, karena indonesia salah satu negara yang memiliki industri yang sangat banyak.

Hubungan antara Individu Keluarga dan Masyarakat
Makna dari individu yaitu suatu bagian yang tidak dapat dibagi lagi.
Makna dari keluarga yaitu suatu kelompok individu yang terdiri dari beberapa individu.
Makna dari masyarakat yaitu suatu kelompok yang didalamnya terdiri dari beberapa keluarga dan individu lainnya.
Dapat kita ambil bahwa hubungan antara ketiga poin tersebut sangat penting, dan saling membuthkan karena individu itu harus memiliki keluarga dan apabila keluarga tersebut tidak dapat bermasyarakat sulit untuk adanya pertumbuhan individu. Jadi, hubungan antara Individu, Keluarga, dan Masyarakat sangat berhubungan.

Urbanisasi

 Pengertian Urbanisasi
Urbanisasi adalah perpindahan penduduk dari desa ke kota. Urbanisasi adalah masalah yang cukup serius bagi kita semua. Persebaran penduduk yang tidak merata antara desa dengan kota akan menimbulkan berbagai permasalahan kehidupan sosial kemasyarakatan. Jumlah peningkatan penduduk kota yang signifikan tanpa didukung dan diimbangi dengan jumlah lapangan pekerjaan, fasilitas umum, aparat penegak hukum, perumahan, penyediaan pangan, dan lain sebagainya tentu adalah suatu masalah yang harus segera dicarikan jalan keluarnya.

Proses Terjadinya Urbanisasi
Untuk mendapatkan suatu niat untuk hijrah atau pergi ke kota dari desa, seseorang biasanya harus mendapatkan pengaruh yang kuat dalam bentuk ajakan, informasi media massa, impian pribadi, terdesak kebutuhan ekonomi, dan lain sebagainya.
Pengaruh-pengaruh tersebut bisa dalam bentuk sesuatu yang mendorong, memaksa atau faktor pendorong seseorang untuk urbanisasi, maupun dalam bentuk yang menarik perhatian atau faktor penarik. Di bawah ini adalah beberapa atau sebagian contoh yang pada dasarnya dapat menggerakkan seseorang untuk melakukan urbanisasi perpindahan dari pedesaaan ke perkotaan.
1.             Faktor Penarik Terjadinya Urbanisasi
a)        Kehidupan kota yang lebih modern dan mewah
b)        Sarana dan prasarana kota yang lebih lengkap
c)        Banyak lapangan pekerjaan di kota
d)        Di kota banyak perempuan cantik dan laki-laki ganteng
e)        Pengaruh buruk sinetron Indonesia
f)         Pendidikan sekolah dan perguruan tinggi jauh lebih baik dan berkualitas

2.             Faktor Pendorong Terjadinya Urbanisasi
a)        Lahan pertanian yang semakin sempit
b)        Merasa tidak cocok dengan budaya tempat asalnya
c)        Menganggur karena tidak banyak lapangan pekerjaan di desa
d)        Terbatasnya sarana dan prasarana di desa
e)        Diusir dari desa asal
f)         Memiliki impian kuat menjadi orang kaya

Penduduk, Masyarakat dan Kebudayaan

08.39 / Comments (0) / by Aji Pangestu

Penduduk, Masyarakat, dan Kebudayaan adalah 3 hal aspek kehidupan yang saling berkaitan. Penduduk adalah kumpulan manusia yang menempati wilayahgeografi dan ruang tertentu, sedangkan masyarakat menurut R. Linton adalah setiap kelompok manusia yang telah cukup lama hidup dan bekerjasama, sehingga mereka ini dapat mengorganisasikan dirinya berpikir tentang dirinya dalam kesatuan sosial dengan batas-batas tertentu. Ini berarti masyarakat akan terbentuk bila ada penduduknya sehingga tidak mungkin akan ada masyarakat tanpa penduduk, masyarakat terbentuk karena adanya penduduk. Sedangkan budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia.

1.             Perkembangan Penduduk Dunia

Penduduk disuatu negara setiap tahun nya pasti bertambah dan semakin berkembang sebab tingginya faktor natalitas dibanding mortalitas yang membuat penduduk dunia semakin meledak tak terbendung. di karnakan belum ditemukannya cara yang ampuh untuk menghentikan laju pertumbuhan penduduk dunia ini




          
          2.             Penggandaan Penduduk Dunia


            Penggandaan penduduk dunia terus berlangsung dari tahun ketahun
Berdasarkan tabel Perkembangan Penduduk Dunia diatas, dapat disimpulkan dari tahun ke tahun perkembangan penduduk dunia relatif cepat dan tetap yaitu . Akibat dari perkembangan penduduk yang semakin cepat maka penggandaan penduduk (double population) semakin cepat. Seperti tabel berikut ini:

faktor penyebab pertumbuhan penduduk
1. kematian (mortalitas)
Ada beberapa jenis kematian, tetapi yang mau  dijelaskan kali ini adalah:

a. Tingkat Kematian Kasar (Crude Death Rate / CDR)
Tingkat Kematian Kasar adalah banyaknya orangyang meninggal pada suatu tahun per jumlah penduduk pertengahan tahun tersebut setara 1000 orang.

b. Tingkat Kematian Khusus (Age Specific Date Rate / ASDR)
Tingkat Kematian memiliki berbagai faktor, antara lain dari umur, pekerjaan dan jenis kelamin.seperti diumpamakan jika seseorang pria yang usianya lebih dari 70 tahun lebih besar kemungkinan untuk mati ketimbang pria yag berusia 20 tahun-an, dan seorang suami yang sedang bekerja dimedan perang lebih besar kesempatan untuk mati dibanding istrinya yang dirumah.

2. Kelahiran (Fertilitas)
Penghitungan angka kelahiran berbeda dengan mortalitas, itu disbabkan oleh beberapa faktor sebagi berikut :

a. Sulitnya memperoleh data statistik angka kelahiran per-hari karena tidak sediit juga bayi-bayi yang baru dilahirkan beberapa saat langsung meninggal dan tidak langsung dicatatkan dalam peristiwa kelahiran dan kematian.
b. Makin tua usia wanita bukan patokan /penyebab kemungkinan mempunyai anak turun.

3. Migrasi
Migrasi terjadi karena keadaan atau situasi di lingkungan sekitar sudah tidak menguntungkan lagi.

berikut adalah faktor-faktor yang menyebabkan orang melakukan migrasi :
a. Sumber Daya Alam yang terbatas
b. Lingkungan bersosialisasi
c. Potensi ekonomi
d. Masa depan

4. Akibat Migrasi
Dampak dari aktivitas penduduk yang migrasi ke daerah lain / kota tertentu menyebabkan kenaikan jumlah penduduk didaerah tersebut yang sangat signifikan.

5. Struktur penduduk
Struktur penduduk terbagi menjadi menjadi 3, antara lain :
a. Struktur Penduduk Stasioner
b.Struktur  Penduduk Muda
c. Struktur Penduduk Tua

6. Piramida Penduduk
Jenis-jenis piramida dibedakan menjadi 3 yaitu:
a. Piramida penduduk stasioner
suatu wilayah yang angka kelahiran dan angka kematiannya sama-sama rendah (stabil) dan biasanya hanya terjadi di negara-negara eropa barat.
b. Piramida penduduk muda
Suatu wilayah yang memiliki angka kelahiran yang tinggi dan angka kematian yang sangat rendah. jadi, populasi pendduk di negara ini sangat tinggi sehingga piramida ini dapat dicirikan kedalam penduduk usia muda dan terdapat di negara-negara yang sedang berkembang seperti: indonesiaindia, filiphina, dan malaysia.
c. Piramida penduduk tua
Suatu wilayah yang angka kelahirannya telah menurun dan angka kematiannya juga sedikit sehingga piramida ini dapat dicirikan kelompok penduduk muda lebih sedikit daripada kelompok usia tua.kelompok ini termasuk ke dalam negara yang sudah maju seperti : amerika serikat.

7. Pengertian Rasio Ketergantungan
Rasio Ketergantungan (Dependency Ratio) adalah perbandingan antara jumlah penduduk berumur 0-14 tahun, ditambah dengan jumlah penduduk 65 tahun keatas dibandingkan dengan jumlah penduduk usia 15-64 tahun. Rasio ketergantungan dapat dilihat menurut usia yakni Rasio Ketergantungan Muda dan Rasio Ketergantungan Tua.
·                         Rasio Ketergantungan Muda adalah perbandingan jumlah penduduk umur 0-14 tahun dengan jumlah penduduk umur 15 – 64 tahun.
·                         Rasio Ketergantungan Tua adalah perbandingan jumlah penduduk umur 65 tahun ke atas dengan jumlah penduduk di usia 15-64 tahun.

Kebudayaan dan kepribadian

Pertumbuhan dan perkembangan kebudayaan di Indonesia karena letak geografis Indonesia yang sangat strategis yaitu terletak diantara dua benua (asia dan Australia) dan dua samudra (Indonesia dan pasifik) yang merupakan daerah persimpangan lintas perdagangan dunia.

Kebudayaan di Indonesia berawal pada abad 1 masehi, jalur perdaganganindonesia tidak lagi melewati jalur darat (jalur sutera) beralih kejalur laut, sehingga secara tidak langsung perdagangan cina dan India melewati selat malaka dan Indonesia pun ikut berperan aktif dalam perdagangan tersebut.

Akibat hubungan dagang tersebut maka terjadilah hubungan / kontak antaraIndonesia dan India maupun Indonesia dan cina. hal inilah yang menjadi salah satu penyebab masuknya budaya India dan cina di Indonesia.

Mengenai siapa yang menyebarkan agama hindu, maupun islam di Indonesia, dapat kita bahas terlebih dahulu mengenai agama hindu. penyebaran agama hindu di Indonesia  belum ada yang mengetahui secara pasti. namun, menurut para peneliti penyebaran agama hindu dibarengi dengan masuknya kebudayaan India di Indonesia.

Mengenai penyebaran agama budha di Indonesia, penyebar agama budha bisa disebut dharmaduta, dan diperkirakan pada abad 2 masehi para peneliti menemukan arca dan candi di berbagai daerah di Indonesia antara lain : sempaga (sumsel), jember (jatim), bukit siguntang (sumsel). dari ciri-ciri arca tersebut dapat diketahui bahwa arca tersebut berumur 2 – 5 abad masehi.

Kebudayaan barat

Kebudayaan Indonesia yang beragam sangatlah di pandang oleh dunia karenaIndonesia terkenal dengan budaya masyarakatnya yang anti kekerasan. di Indonesia sendiri kini telah menyebar kebudayaan barat yang berasal dari benua amerika maupun benua eropa. namun kebudayaan tersebut memiliki dampak yang sangat penting yaitu dampak positif maupun dampak negatif.